Archive for November, 2011

Peran Keluarga dalam Pembentukan Moral Anak

Monday, November 28th, 2011

Sebagai makhluk berakhlak, manusia dalam berinteraksi dengan masyarakat mempunyai banyak batasan. Hal tersebut diatur dalam norma masyarakat atau norma sosial. Dalam pengenalan norma pada anak-anak, ada 3 lembaga sosial yang ikut berperan dalam pengenalan norma sosial yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keluarga menjadi lembaga utama dalam pengenalan norma terhadap anak. Selain itu, keluarga juga wajib mengajarkan pendidikan moral yang dapat diartikan sebagai ajaran kesusilaan, tabiat atau, kelakuan.

Dalam proses sosialisasi, anak mempelajari tradisi, kepercayaan, nilai, dan adat yang dianut oleh kumpulan sosial di lingkungan mereka. Jika seorang anak lebih sering bersosialisasi dengan teman sepermainan, bisa saja si anak itu akan bertindak untuk melakukan perilaku yang dilakukan oleh sahabat mereka. Perilaku tersebut bisa saja memberi kesan positif ataupun negatif. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan anak-anak mereka berada dalam perkembangan sosial yang baik dan sehat karena tugas utama orang tua adalah mengajarkan hal yang dianggap baik. Seorang anak dianggap mempunyai moral yang baik jika tingkah laku anak tersebut sudah sesuai dengan nilai yang berlaku dengan masyarakat, begitu pula sebaliknya. Untuk itu sejak dini anak- anak harus ditanamkan moral yang baik, penanaman moral dapat diperoleh dari keluarga terutama orang tua, sekolah, dan dari masyarakat sekitar.

Sumber :

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/02/peran-keluarga-dalam-pembentukan-moral-anak/

Akhir Pendudukan Jepang di Indonesia

Saturday, November 12th, 2011

Akhir kependudukan Jepang di Indonesia berawal dari dibomnya 2 kota besar di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 yang mengakibatkan konsentrasi Jepang terhadap Indonesia goyah dan Jepang pun mengalihkan perhatiannya ke negaranya sendiri.

Tanggal 11 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat untuk menemui Panglima Tertinggi Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan yang sudah dijanjikan pihak Jepang kepada Indonesia.

Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu sehingga di Indonesia terjadi kekosongan pemerintahan. Ini menjadi peluang emas bagi bangsa untuk merdeka. Namun golongan tua ragu-ragu dalam mengambil keputusan tentang rencana proklamasi bagi Indonesia karena mereka ingin menunggu tindakan dari Jepang masalah pelaksanaan proklamasi. Berbeda dengan golongan tua, golongan muda justru menginginkan proklamasi harus diselenggerakan secepatnya dan tak usah menunggu kepastian dari Jepang. Karena perbedaan itulah, golongan muda membawa golongan tua dengan dalih menghindarkan golongan tua dari pemberontakan peta dan heiho. Namun kenyataannya tak ada pemberontakan yang dimaksud. Sebenarnya tujuan mereka adalah mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan Indonesia. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya golongan tua pun dipulangkan dan menanggapi positif usulan golongan muda. Dan malam itu pula Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dibawa ke rumah  Laksamana Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi. Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 teks proklamasi dibacakan dan menjadikan Indonesia merdeka.